Langsung ke konten utama

Etika dalam berkomputer

ilustrasi (gambar : PNGEgg)

Etika Dalam Berkomputer

komputer berperan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dari perspektif Pendidikan, computer telah membantu membuat pembelajaran lebih interaktif dan lebih mudah bagi siswa untuk memahami pelajaran. Di bidag Kesehatan computer telah digunakan untuk menyelamatkan nyawa seseorang dengan cara mendiagnosa penyakit, membuat dan menemukanobat yang tepat. Mengambil gambar dan menganalisis organ tubuh manusia paling dalam. Dalam bidang pemerintahan, computer digunakan sebagai sarana menerima aspirasi masyarakat tanpa demontrasi dan kekerasan. Membantu pelaksanaan program pemerintah secara efektif dan efesien. Dari perspektif bisnis, teknologi informasi dapat mengurangi biaya perusahaan, meningkatkan produktivitas karyawan, dan telah meningkatkan proses komunikasi lebih cepat dari sebelumnya. Dengan kata lain, computer telah membuat pekerjaan terasa lebih mudah dan memajukan kehidupan manusia dalam beberapa aspek.

Definiasi etika telah dijelaskan oleh (Langford,1995) bahwa etika mendorong individu untuk berpikir melalui sikap dan keyakinan mereka, individu dapat memutuskan terlebih dahulu apakah pendapat mereka sesuai atau tidak, kemudian mereka harus siap untuk menerima tanggung jawab penuh atas Tindakan mereka.

Beberapa orang perlu mengetahui etika penggunaan komputer karena mereka mungkin tidak sepenuhnya memahaminya. Itu sebabnya saya akan memberikan gambaran tentang etika penggunaan komputer sehari-hari

1   Tidak melanggar dan mengganggu HAKI (hak kekayaan intelektual)

Kesadaran untuk menghargai karya orang lain masih sangatlah lemah, khususnya di bidang teknologi informasi. Banyak dari kita yang masih menggunakan software ilegal (program bajakan). Sekalipun itu merupakan pelanggaran hak kekayaan intelektual atau, dapat dikatakan penghargaan atas karya seseorang.

2.   Jangan memata-matai atau menyalin file orang lain tanpa izin

Aturan etika penggunaan komputer yang juga sering dilanggar adalah memata-matai dan mengambil informasi orang lain, yang bukan merupakan hak kita karena sangat merugikan orang lain, apalagi file yang disalin adalah file penting.

3.    Jangan menggunakan komputer untuk menyakiti dan merugikan orang lain

Etika penggunaan computer selanjutnya adalah tidak menggunakan computer untuk menyakiti atau merugikan orang lain. Misalnya pengguna computer dengan sengaja menggunakan computer untuk membuat dan menyebarkan virus, merusak sistem keamanan, membobol bank, menyakiti, dan menyinggung orang di media sosial.

4.    Jangan membuat program atau sistem computer untuk tujuan negatif

Etika dalam berkomputer ini ditujukan untuk teman-teman yang berprofesi sebagai programmer atau developer IT. Kita harus mempertimbangkan efek negatif dan positif saat merancang dan membangun aplikasi dan sistem computer. Jika ada banyak hal negatif yang dirasakan, lebih baik tidak dilanjutkan.

5.    Jangan menggunakan komputer untuk menerbitkan kesaksian palsu

Sekarang ini kita banyak menemukan banyak berita palsu yang menyebar di jaringan sosial dan situs web. Ini karena pengguna tidak mengetahui aturan etika dalam menggunakan komputer. Kepada teman-teman yang telah mengunjungi dan membaca artikel ini, mohon untuk tidak menyebarkan berita bohong atau memberikan bukti palsu.

Sulianta juga mengungkapkan bahwa etika penggunaan computer dapat diukur melalui : penggunaan computer tidak merugikan orang lain, tidaak mengakses file yang bukan haknya, tidak menggunakan komputer untuk kejahatan, tidak menggunakan komputer untuk memodifikasi data dengan keterangan palsu, tidak menduplikasi perangkat lunak, tidak memanfaatkan kekayaan intelektual orang lain, menggunakan komputer sesuai dengan keperluan, mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan sosial, dan mempertimbangkan konsekuensi sistem komputer yang dirancang.

daftar pustaka

Mujayaroh, dkk (2021). Sistem Informasi Manajemen Pendidikan. Banyumas: Zahira Media         Publisher. ISBN 9786239601805.

Nurfadilah,D (2016). Penggunaan computer ditempat kerja (studi kasus diindonesia).jakarta.Jurnal             manajemen bisnis krisnadwipayana.

Kode etik menggunakan komputer yang perlu dilakukan. Diakses pada 20 maret 2023 pukul 19:28 10         Kode Etik [ Etika ] Menggunakan Komputer Yang Perlu Dilakukan (utopicomputers.com)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksi bullying siswa SMP ditendang berkali kali hingga pingsan

(gambar ilustrasi : qureta)   Video perudungan sesama siswa viral dimedia sosial twitter. Dalam video yang tersebar disebutkan bullying terjadi di SMP yang berada di salah satu kota jawa barat . dalam video yang diunggah, terlihat seorang siswa laki-laki yang mengenakan seragam olahraga (korban) duduk dikursi paling depan. Tampak beberapa pelajar yang mengenakan seragam batik mengelilingi korban. Tak lama, seorang siswa menghampiri korban dengan memakaikannya helm merah, kemudian siswa lain (pelaku) menendang korban beberapa kali, Tak hanya ditendang, korban juga tampak dipukul berkali-kali oleh pelaku. hingga terjatuh dan tergeletak dilantai. Sementara siswa lainnya hanya menonton dana menertawakan aksi perundungan tersebut. dikonfirmasi dari keterangan video tersebut, korban dipukuli kepalanya hingga pingsan tak sadarkan diri. kemudian korban langsung dibawa ke RS walikota (YM) membenarkan peristiwa tersebut ada diwilayahnya, ia merasa prihatin dengan perundungan yang terjadi tem...

penyuluhan dampak pornografi bagi anak usia dini

           ilustrasi (gambar : PKBI jatim) penyuluhan dampak pornografi bagi anak usia dini Narkolema (narkoba lewat mata) atau yang sering kita ketahui dengan pornografi terdiri atas dua kata yaitu pornos yang berarti melanggar kesusilaan atau cabul. Grafi yang artinya tulisan, gambar atau patung atau barang yang pada umumnya mengandung atau menggambarkan sesuatu yang menyinggung moral orang yang membaca atau menontonnya. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi mengatakan bahwa pornografi merupakan gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat. Dalam perkembangannya remaja mengalami perubahan emosional, kognitif dan psikologis. Salah satu perubahan yang tidak bisa mereka hindari ad...